kendal_ppkm2.jpg
Anggota Polsek Gemuh memberikan bantuan cairan disinfektan kepada warga Desa Ngrejo Kecamatan Ringinarum Kendal. (edi prayitno/kontributor Kendal)

RINGINARUM, AYOSEMARANG.COM-- Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Desa Ngrejo Kecamatan Ringinarum dipantau dengan serius oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Ngrejo. 

Kepala Desa  Ngerjo bersama perangkatnya mulai melaksanakan sosialisasi pelaksanaan PPKM darurat, dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke sejumlah musala, maupun rumah warga.

AYO BACA :Komisi C DPRD Kendal Tidak Ingin Ada Silpa 2022

Kepala Desa Ngerjo, Isnaeni Alnas menyampaikan, pelaksanaan PPKM darurat pemerintah Desa Ngerjo menerapkan di sejumlah wilayah Desa Ngerjo mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

"Pemerintah Desa memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Desa Ngerjo. Sesuai Instruksi Bupati Kendal No 01 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat Covid 19, di Kabupaten Kendal dan kami selaku Pemdes Ngerjo terus mensosialisasikan PPKM darurat dengan cara penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah mushola dan rumah warga,” terangnya.

AYO BACA :Zona Merah dan PPKM Darurat, Kemenag Imbau 932 Masjid di Kendal Tidak Gelar Salat Iduladha

Tidak hanya itu Pemdes  juga memberikan bantuan 1.500 masker dan sembako kepada warga yang saat ini sedang karantina mandiri. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat di Desa Ngerjo.

Sementara itu Ketua Satgas covid Desa Ngerjo Aris Widodo, yang juga Kadus Desa Ngrejo menyampaikan   bahwa tim satgas Covid 19 dan Bhabinkamtibmas Polsek Gemuh selalu hadir berada di tengah-tengah masyarakat guna memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.

“Kita  berkolaborasi dengan semua pihak yang ada di desa, guna selalu mengimbau dan mensosialisasikan PPKM Darurat kepada masyarakat di masa pandemi untuk patuh dan taat pada protokol kesehatan,” ujarnya.

AYO BACA : Penambahan Partikel Kata dalam Dialek Semarangan, Blaik Dewe Isa Telat Ki Piye Jal?