img-20210717-wa0107.jpg
Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal Toni Ariwibowo memberikan bantuan sembako untuk PKL yang berjualan di depan Stadion Kebondalem Kendal. (edi prayitno/kontributor kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Pendekatan yang humanis dilakukan Satpol PP dan Damkar Kendal saat meminta Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk tidak berjualan dilokasi yang dilarang.

Tidak hanya pedagang yang berjualan di tempat yang salah, Satpol PP Kendal ini juga memberikan anjuran dan imbauan untuk tidak berjualan di masa PPKM Darurat.

Cara yang dilakukan yakni dengan memberikan arahan secara persuasif agar tidak berjualan ditempat yang dilarang.

AYO BACA :Polres Kendal Bagikan Beras untuk Tukang Becak dan Ojol

Kita lakukan dengan cara santun tidak harus ketegasan membongkar. Kita mendekati PKL secara baik baik dan mengimbau agar tidak berjualan. Kita berikan juga sembako untuk kebutuhan mereka, jelas Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal Toni Ariwibowo, saat memberikan sembako kepada PKL di depan stadion Kebondalem Sabtu 17 Juli 2021.

Dikatakan Toni, depan stadion Kebondalem memang dilarang untuk berjualan.

Cara kita untuk memindahkan yakni dengan pendekatan serta diberi sembako agar bersedia pindah ke tempat lain, imbuhnya.

AYO BACA :Tak Bisa Tunjukkan STRP, Puluhan Kendaraan Diputarbalikkan di Exit Tol Kaliwungu

Tidak hanya itu, Toni juga meminta PKL untuk mematuhi anjuran pemerintah selama PPKM darurat agar tidak melayani makan ditempat dan tutup pada jam 20.00 WIB.

Kita juga meminta PKL untuk tidak melayani makan ditempat selama masa PPKM darurat. Tidak hanya itu jam operasional juga harus dipatuhi, ucap Toni.

Aksi simpatik Satpol  PP ini akan dilakukan ke sejumlah tempat, agar PKL tidak melanggar aturan yang ada dan tidak terjadi benturan dengan petugas.

Saya berharap ada kesadaran sendiri dari pedagang sehingga tidak perlu diingatkan sudah mematuhi aturan yang ada, pungkasnya.

Sementara itu PKL depan stadion mengaku senang dengan yang dilakukan Satpol PP Kendal. Karena cara ini lebih simpatik dan pedagang akan mematuhi anjuran tersebut.

Saya kaget tadi tahu nya mau digusur ternyata dikasih arahan bahwa tidak boleh jualan di depan stadion. Malahan diberi sembako dan meminta tidak jualan dilokasi ini, kata Suparman.

AYO BACA :Ini Bentuk Kepedulian Pemdes Ngrejo di Masa PPKM Darurat