pemakaman_wotgaleh.jpg
Sejumlah penggali kubur sedang membuat liang lahat (ayosemarang.com/Vedyana)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM -- Semakin sempitnya lahan tahan makam di area pemakaman Wotgaleh Sampangan Semarang menjadi perhatian sejumlah pihak.

Salah satu faktor yang membuat lahan pemakaman semakin sempit adalah bertambahnya kijing makam. Bahkan, pengelola makam pun sampai memberikan imbauan kepada warga agar tidak membuat kijing di area pemakaman tersebut.

Imbauan tersebut terlihat tertempel di atas gapura pintu masuk makam. Ukuran hurufnya cukup besar sehingga diharapkan bisa dibaca para peziarah.

AYO BACA :Kisah Relawan Pemakaman Covid-19 yang Harus Rela Tidur di Kuburan

Salah satu tukang gali kubur di area tersebut, Muryanto mengaku, setiap tahun pasti ada penambahan kijing makam. Bahkan akibat banyaknya kijing, para penggali kubur terkadang bingung mencari tempat untuk membuat liang lahat untuk jenazah baru.

"Ya kadang, kalau lokasi liang lahat yang kita bangun sempit karena di antara kijing, kalau pas gali liang lahat kita geser dulu kijingnya. Baru kalau sudah selesai prosesi pemakaman kita kembalikan lagi," ujarnya, Minggu 18 Juli 2021.

Muryanto menambahkan, beragam sekali kijing yang ada di Wotgaleh. Mulai dari berbentuk keramik hingga marmer. Namun yang paling banyak adalah kijing yang terbuat dari plester.

AYO BACA :Cerita Tukang Gali Kubur, Temukan Jasad Utuh Sudah Bertahun-tahun Dikubur

"Ya kendala itu saja sih, karena dalam membuat satu liang lahat kan biasa ukurannya panjang 2,5 meter, lebar 1,5 meter dengan ke dalaman 1,5 meter. Kalau kiri kanannya kijing kan agak repot," imbuhnya.

Pihaknya berharap, pengelola makam bisa lebih tegas dalam melarang membangun kijing di area Wotgaleh. Mengingat area tersebut adalah pemakaman umum.

"Kalau, tanahnya habis, artinya kijing semua, terus jenazah baru mau dimakamkan di mana. Kalau menurut saya ya cukup dikasih "tenger" atau patok saja. Karena sini area kan pemakaman umum," terangnya 

Sejumlah penggali kubur sedang membuat liang lahat (ayosemarang.com/Vedyana)

AYO BACA :'Penjaga' Pemakaman Wotgaleh Semarang, Pohon Randu Alas Berusia 300 Tahun