hewan_kurban_batang.jpg
Seorang peternak sekalisu penjual hewan kurban di Batang. (dok)

BATANG, AYOSEMARANG.COM -- Pandemi COVID-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah, tidak mengubah pendirian peternak untuk menjual ternak kurban secara tatap muka jelang Hari Raya Iduladha tahun ini.

Seperti peternak di Batang, Teguh yang mengaku pembeli lebih berminat transaksi jual beli secara konvensional, karena melihat secara langsung bisa memilih dan melihat lebih hewan kurban yang akan dibeli.

AYO BACA :https://www.ayosemarang.com/read/2021/07/18/81105/momen-iduladha-di-jakarta-zona-merah-dan-oranye-covid-19-dilarang-potong-hewan-kurban

“Kalau melalui online pembeli tidak puas, karena beda tidak seperti jual baju, ukurannya sudah jelas. Tapi kalau sapi besar kecilnya harus kelihatan,” katanya saat menunjukkan puluhan sapi ternaknya di Kasepuhan, Kabupaten Batang, Minggu  18 Juli 2021.

Mendekati Hari Raya Iduladha tahun ini, dirinya menyiapkan 25 ekor sapi dan semuanya sudah ada yang beli.

AYO BACA :Pemkab Batang Temukan Hewan Ternak Belum Cukup Umur untuk Kurban

“Kalau tahun ini penjualan turun sampai 60 persen. Tahun lalu bisa laku sampai 60 ekor, sekarang cuma 25 ekor,” jelasnya.

Teguh juga sudah menyediakan sapi untuk kurban dengan kisaran harga termahal Rp40 juta memiliki berat 700 kilogram dan termurah Rp17 juta.

Sementara ditemui secara terpisah, Kepala bidang Peternakan Dislutkannak Batang Endang Ulfiati menyampaikan, penjualan hewan kurban di masa PPKM Darurat, sebaiknya melalui media sosial dan tidak bertemu langsung dengan pembeli, sehingga meminimalkan kerumunan.

“Jangan hanya lewat konvensional saja, tapi diutamakan penjualan secara online,” ujar dia.

AYO BACA :Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Dispertan Semarang Sidak di Lapak Pedagang di Jolotundo