jenazah_covid.jpg
[ilustrasi] Pemakaman jenazah Covid-19 di Jakarta. (dok)

PURBALINGGA, AYOSEMARANG.COM – Akibat terbatasnya kapasitas rawat inap di rumah sakit, satu keluarga di Purbalingga meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman).

Kisah tragis ini menjadi perhatian publik. Empat anggota keluarga tersebut diketahui meninggal dunia saat menjalani isoman di rumahnya. Seluruhnya meninggal karena terkonfirmasi Covid-19.

Adanya warga satu keluarga meninggal ini, awalnya diungkapkan oleh Sidik, relawan yang melakukan pemakaman jenazah dari BPBD Purbalingga.

AYO BACA :Ngenes! Penggali Kubur di Kota Tegal Curhat Tak Dapat Honor dari Pemerintah

''Empat anggota keluarga yang meninggal saat isoman tersebut warga Kelurahan Penambongan Kecamatan Purbalingga,'' ujarnya seperti dikutip Republika, jaringan Ayosemarang.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Umar Fauzi. ''Benar, keempatnya memang meninggal karena Covid-19,'' jelasnya, Minggu 18 Juli 2021.

Anggota keluarga yang meninggal, terdiri atasi ayah, ibu, dan kedua anaknya. Umar menyebutkan, meninggalnya keempat orang anggota keluarga yang sedang isoman tersebut terjadi sejak pekan kemarin. Awalnya, yang meninggal lebih dulu adalah ayah dan anak perempuannya.

AYO BACA :Kisah Relawan Pemakaman Covid-19 yang Harus Rela Tidur di Kuburan

''Saat kedua orang anggota keluarga tersebut meninggal, tidak ada yang melaporkan ke BPBD. Karena itu, pemakaman jenazah dilakukan secara mandiri dengan dibantu warga setempat,'' jelasnya.

Keduanya diketahui pernah memeriksakan diri ke layanan kesehatan setempat dan dipastikan positif Covid-19. Namun keduanya hanya menjalani isolasi mandiri karena merasa hanya gejala ringan.

Setelah keduanya meninggal, giliran ibu yang berusia 64 tahun dan seorang anaknya lagi yang meninggal. Keduanya meninggal hanya dalam selisih beberapa jam, pada Selasa 6 Juli 2021. Saat meninggal, keduanya hanya ditunggu seorang cucu dan anak mantunya.

''Yang dua pasien ini, dimakamkan oleh tim relawan dengan protokol Covid 19, karena dilaporkan oleh pengurus RT setempat,'' ujarnya.

Terkait hal kejadian ini, Umar meminta pasien Covid -19 yang menjalani isolasi mandiri agar benar-benar memperhatikan perkembangan penyakitnya. Terlebih bagi yang memiliki penyakit penyerta.

''Bila merasa penyakitnya semakin berat, tolong anggota keluarga lain yang masih sehat melaporkan pada pihak RT, RW, kades atau siapa pun yang bisa menjadi jembatan pelaporan,'' jelasnya.

AYO BACA :Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di RSSP Sragen Harus Antre