sekat_semarang5.jpg
Penutupan exit tol di Tol Jatingaleh Semarang. Polda Jateng memutarbalikkan ribuan kendaraan selama PPKM Darurat.(Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Penjagaan ketat dilakukan oleh Polda Jateng selama PPKM Darurat di Jawa Tengah. Selain melakukan penyekatan di 244 titik selama berlangsungnya kebijakan, pada Jumat 16 Juli 2021, Polda juga menutup 27 exit tol di Jawa Tengah. Hasil dari penyekatan ini, Polda telah memutarbalikkan ribuan kendaraan.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Al-Qudusy mengatakan sejak diberlakukan PPKM Darurat Jawa-Bali Sabtu 3 Juli 2021, hingga Sabtu 17 Juli 2021, petugas gabungan telah memeriksa 23.197 kendaran di perbatasan antarprovinsi. Kemudian untuk kabupaten/kota petugas gabungan telah memeriksa 144.769 kendaraan.

"Untuk antarprovinsi yang banyak diperiksa mobil penumpang sebanyak 10.752 kendaraan. Namun untuk antarkabupaten/Kota yang paling banyak diperiksa sepeda motor sebanyak 17.158 kendaraan," kata Iqbal, Minggu 18 Juli 2021.

Kemudian Iqbal memaparkan, di pos penyekatan petugas sudah memutarbalikan kendaraan sebanyak 6.263 kendaraan, dan antarkabupaten/kota sebanyak 34.226 kendaraan.

AYO BACA :Alhamdulillah...Guru dan Siswa Kembali Dapat Subsidi Kuota Internet hingga Desember 2021

Sementara saat  awal penutupan 27 pintu exit tol dan 244 titik penyekatan pada, Jumat 16 Juli 2021, petugas penyekatan sudah memutarbalikkan 677 kendaraan di perbatasan antarprovinsi.

"Untuk antarkabupaten/kota petugas telah memutarbalikkan 4.951 kendaraan," ujarnya.

Selama pemberlakukan penutupan exit tol dan penyekatan kendaraan yang mendominasi diputarbalikkan di perbatasan antarprovinsi adalah mobil penumpang sebanyak 2.805 kendaraan. Sementara di antar kabupaten, yang mendominasi diputarbalikkan adalah sepeda motor sebanyak 2.396 kendaraan.

"Kalau di perbatasan antar provinsi yang mendominasi diputarbalikkan adalah mobil penumpang. Kalau antarkabupaten/kota sepeda motor," ujarnya.

AYO BACA :Berlaku Mulai 19 Juli, Ini 5 Aturan Perjalanan Libur Iduladha 2021

Iqbal kembali menjelaskan selama penutupan exit tol, kendaraan atau masyarakat yang boleh melintas di jalan tol hanya dalam sektor esensial maupun kritikal.

Untuk kritikal misalnya saja seperti bidang kesehatan, keamanan penanganan bencana, energi, logistik, distribusi, industri makanan, petrokimia, Semen, obyek vital, proyek strategis, konstruksi, listrik, dan sampah.

Sementara di sektor esensial yang diperbolehkan di bidang keuangan, perbankan, pasar modal, teknologi informasi, komunikasi, hotel non karantina, dan industri ekspor.

Masyarakat yang merupakan di sektor tersebut dan boleh melintas akan diberikan stiker di kendaraannya. Hal ini untuk memberikan tanda bahwa kendaraan tersebut merupakan dari sektor tertentu.

"Nanti akan diberikan tanda berupa stiker. Bahwa ini adalah kendaraan dari sektor tertentu," tuturnya.

AYO BACA :Polda Jateng akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Terkait Tolak PPKM di Jateng