narkoba_polda.jpg
Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Lutfi Martadian menunjukkan barang bukti narkotika saat konferensi Pers pengungkapan Jaringan narkotika Malaysia-Indonesia, Senin 19 Juli 2021. (dok)

BANYUMANIK, AYOSEMARANG.COM -- Ditresnarkoba Polda Jateng berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika internasional Malaysia-Indonesia.

Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Lutfi Martadian menerangkan, pengungkapan berawal dari kecurigaan Tim Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang atas isi paket dari Malaysia melalui ekspedisi.

Informasi tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Ditresnarkoba Polda Jateng dengan melakukan controlled delivery terhadap paket tersebut ke alamat tujuan di Desa Bleben, Jawa Timur.

AYO BACA :Polda Tolak Ribuan Kendaraan Masuk Jawa Tengah, Paling Banyak Mobil Berpenumpang

"Dari hasil profiling ditemukan barang yang mencurigakan. Saat kami turunkan melihat langsung dan mengecek barang ternyata narkotika amphetamine jenis sabu," ujarnya dalam keterangan yang didapat, Senin 19 Juli 2021.

Petugas pun melakukan cek terhadap alamat paket tujuan di wilayah Pamekasan. Alhasil, sehari berikutnya dari temuan paket mencurigakan tersebut, petugas berhasil menangkap tersangka WFF yang merupakan jaringan Internasional Malaysia-Indonesia.

Dari tersangka ditemukan sejumlah barang bukti berupa 13 (tiga belas) paket Narkotika jenis sabu seberat 1.002,21 gram yang sudah disembunyikan.

AYO BACA :Jelang Penutupan Exit Tol, Kapolda Jateng Lakukan Tinjauan ke Sragen

"Kita temukan didalamnya bungkusan sebanyak 13 yang dibungkus kertas karbon untuk mengelabuhi petugas saat di cek dengan sinar X-Ray," imbuhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka WFF sebelumnya disuruh oleh N untuk menerima dan menanda tangani resi penerimaan paket.

"Yang bersangkutan atau N ini melarikan diri namun sudah kita terbitkan surat DPO dan akan kami tindaklanjuti dengan jajaran di wilayah Jawa Timur," katanya.

Rencananya bungkusan tersebut akan di distribusikan di wilayah Jawa dan Madura. "Kita berkomitmen bersama untuk memberantas narkoba dalam bentuk apa pun karena narkoba ini adalah musuh negara yang bisa membahayakan generasi penerus," ucapnya.

Adapun tersangka kini diancam dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman  pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp.8.000.000.000,00.

AYO BACA :Polda Jateng akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Terkait Tolak PPKM di Jateng