whatsapp_image_2021-07-19_at_15.47.09.jpeg
Kades Purwosari bersama kuasa hukum dan warga yang melakukan aksi perusakan balai desa setahun silam berdamai di Mapolres Kendal Senin 19 Juli 2021. (edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM -- Terduga pelaku perusakan balai desa Purwosari Kecamatan Sukorejo mendatangi Mapolres Kendal Senin 19 Juli 2021.

Puluhan orang ini dengan sukarela mendatangi Mapolres Kendal untuk menghindari penjemputan paksa setelah mangkir dari panggilan polisi.

Kepala Desa (Kades) Purwosari Miadi menjelaskan kedatangan para pelaku pengrusakan yang disebut terlapor dilakukan untuk proses medisiasi.

Langkah damai ini diambil oleh Sekdes Purwosari sebagai pelapor karena ia berpikir bahwa mereka terlapor adalah warganya yang perlu untuk dibina, kata Miadi usai proses mediasi di Mapolres Kendal.

Sebuah pembinaan kepada para terlapor, kata Miadi, sangat perlu dilakukan untuk menjadikan desanya lebih maju dan kondusif.

AYO BACA :Sepi Pembeli, Pedagang Tusuk Sate dan Arang di Kendal Pasrah

Miadi juga menuturkan, para terlapor selama ini tidak memenuhi panggilan polisi disebabkan takut dipenjara.

Ketakutan terlapor dirasa hingga panggilan yang ketiga datang dari kepolisian.

Kemudian, melihat kondisi desa yang sudah kembali kondusif, penuh kedamaian, maka pihak pelapor menawarkan sebuah mediasi.

Jalan damai diambil pihak pelapor agar ke depan tidak ada lagi dinding pemisah antara pemerintah desa dan warganya, ungkapnya.

Kuasa hukum pelapor, Sugeng SH mengatakan, proses mediasi berhasil dilakukan pihak terlapor dan pelapor.

AYO BACA :Polsek Cepiring Bagikan Bansos Ringankan Beban Warga Terdampak PPKM Darurat

Langkah damai diputuskan agar ke depan tidak terjadi lagi permasalahan yang serupa di Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo.

Pihak terlapor sepakat untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, mendukung Sekdes Purwosari kembali menjabat dan mendukung segala progam pemerintah desa, ungkap Sugeng.

Ditegaskan Sugeng, kesepakatan perdamaian ditandai dengan penandatanganan surat diatas materai dan dibubuhi sebuah pernyataan siap diproses sesuai hukum yang berlaku jika dilanggar.

Sementara itu, Ketua Ormas Ronggolawe, Erick Wijayanto yang turut menyaksikan proses mediasi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolri yang telah memberikan arahan kepada jajarannya tentang restorasi justice dalam penanganan hukum.

Di sini ada pihak pelapor dan terlapor yang mengejawentahkan permasalahan yang ada. Hasilnya, ada sebuah keadilan yang hakiki berupa perdamaian kedua pihak, ucapnya.

Kasus perusakan kantor Balaidesa Purwosari  terjadi akhir Maret 2020 saat menggelar aksi demonstrasi menuntut Sekretaris Desa (Sekdes) Purwosari Ribut Sudiyono mundur dari jabatannya.

Puluhan pelaku pengrusakan kantor Balai desa Purwosari melakukan aksi pengrusakan dengan cara melempari batu kantor balai desa sehingga menyebabkan kerusakan pada atap genting dan kaca jendela kantor balai desa.

AYO BACA :Masuk Tol Kaliwungu, WNA Asal Tiongkok Dipaksa Putar Balik